Sugiat Santoso Dukung Tokoh Muda Ini Untuk Maju di Deli Serdang

Medan – Sejumlah dukungan mengalir kepada inisiator Gerakan Deli Serdang Masa Depan, Effendi Syahputra untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Deli Serdang, salah satunya datang dari Ketua KNPI Sumatera Utara, Sugiat Santoso. Dukungan ini dinyatakan langsung oleh Sugiat saat menjadi pembanding diskusi Deli Serdang Masa Depan di Sabas Cafe, Selasa (11/7).

“Saya dukung Effendi, ini merupakan ijtihad politik kaum muda, saya akan gunakan seluruh sumber daya dan memperjuangan Effendi agar maju dalam pertarungan di Kabupaten Deli Serdang,” ujarnya

Kata Sugiat, Effendi bukanlah aktivis baru, ia sendiri kenal Effendi saat sama-sama menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

“Kami sama-sama di USU, bang Effendi di Fakultas Hukam saya di Fakultas teknik, beliau lulus duluan, saya meluluskan diri, menunjukkan dia anak baik-baik,” ujar Sugiat tertawa.

Kehadiran kaum muda pada konstestasi politik saat ini sangatlah penting, karena itu saya memiliki komitmen untuk mendukung anak-anak muda yang mau bertarung, ini ibarat oase di padang pasir di tengah kekakuan kaum muda tampil pada kontestasi politik.

“Di beberapa daera di Sumut, sudah ada kabupaten atau kota yang dipimpin anak muda, dan mudah-mudahan kita sudah merasakan perubahan di tangan mereka lewat konsep dan inovasi kreatif yang mereka praktikan,” jelasnya.

Sementara itu, Effend Syahputra menyambut baik dukungan dari Sugiat Santoso. Kata Effendi apa yang dipaparkan oleh sugiat terkait trend kepemimpinan muda global adalah momentum baik untuk kaum muda di daerah, terutama di Sumatera Utara. “keberhasilan beberapa pemimpin muda di daerah berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap kaum muda, yang pasti ada perubahan dari tangan mereka, teruama birokrasi lebih cair dengan strategi-strategi inovasi yang tak terbayangkan sebelumnya,” ujarnya

Kata Effendi Syaputra, Deli Serdang merupakan tempat mengabdi baginya, jauh hari sebelumnya Effendi juga pernah bertarung sebagai calon anggota DPR RI dari wilayah ini. “Saat itu memang anak muda masih dianggap sebelah mata, dan walaupun begitu saya mendapat dukungan yang lebih dari saya duga sebelumnya, sekalipun kesempatan belum datang untuk saya saat itu,” ujarnya.