Milan Superpippo Fantastis

Musim sepakbola liga Eropa 2014-2015 resmi bergulir lagi, riuh suara chanting Suporter distadion-stadion Eropa berkumandang lagi, kejutan-kejuatan menghiasi media menanggapi aksi gila-gilaan jual-beli pemain antar liga di Eropa, dan Drama demi drama terjadi diminggu-minggu awal pembuka Liga Sepakbola yang dipercaya sebagai yang terbaik di Planet ini. Dari sekian menariknya sajian pembuka liga-liga Eropa, tentulah kita tidak bole menafikan “kejutan” AC Milan di bawah chef barunya Filipo “Pippo” Inzaghi, Kenapa kejutan? Bukankah Milan tim hebat? Mereka juara Eropa 7 Kali dan juara Italy terbanyak kedua setelah Juve. Memang tidak akan ada kejutan, kalau yang baru mengikuti sepakbola semenjak munculnya sitampan Cristiano Ronaldo, hehe.. Namun marilah kita bedah kenapa saya bilang Milan telah sukses membangun sebuah tim untuk musim ini, setidaknya untuk awal pembuka (catet kalimat terakhir).

AC Milan, klub yang bermarkas di San Siro Milan ini memang klub tradisional yang mungkin ketenaran dan kejayaan nya hanya kalah dengan Real Madrid, tapi sekali lagi kita bukan bicara masa lalu, dan saya juga gak akan membahas lagi kejayaan mereka sejak jaman piala dunia II, fase arrigo sachi, fabio capello atau sejak trio belanda yang melegenda itu, saya akan fokus dalam 3-4 Tahun terkini tiba-tiba saja Milan menjadi klub semenjana yang mungkin level permainan dan prestasinya setingkat dengan Fulham di Inggris, atau Levante di Spanyol, walaupun untungnya memang agak senasib dengan Liverpool.

Banyak orang bergidik bin gak percaya ketika Milan menunjuk Pippo sebagai Allenatore baru Milan, “Seedorf kedua muncul!!” begitulah sindiran teman saya seorang Milanisti sejati. Tapi Pippo memiliki semangat sesuai dengan julukan nya “Super Pippo”, yup cowok ganteng yang sudah membuat jutaan wanita didunia tiba-tiba melek bola dimasanya itu memang selalu dinaungi keberuntungan yang luar biasa, dulu dia “beruntung” menjadi striker hebat yang selalu dimanja oleh umpan-umpan manis para gelandang terbaik Milan dimasanya, dan mungkin sedikit bantuan wasit kala itu. Sekarang dia beruntung karir kepelatihannya dipandu oleh Adriano Galliani sang God Fathernya Milan, juru lobby terbaik dijagat sepakbola Eropa dan bila boleh saya katakan inilah aktor intelektual dan “politisi” nya sepakbola Eropa.

Liat lah bagaimana kiat dan manuver Galliani dalam melobby untuk merekrut pemain-pemain mengisi skuat AC Milan musim ini, Galliani sukses mengambil barang “rombengan” dan merubahnya menjadi berharga, barang gratisan diramu kembali menjadi sesuatu yang bermutu tinggi. Saya tidak akan mengulas Galliani secara khusus, karena akan sangat panjang dan dapat berbuah berjilid-jilid buku kalau mengulas kontroversi Pria berusia 70 Tahun yang telah berkuasa di AC Milan 28 Tahun yang lalu tersebut.

Fakta yang terjadi hari ini, Milan sukses memuncaki klasemen Seri A Italy, liga yang tingkat ketenarannya agak sedikit memudar bagi publik Indonesia, sejak rambut Danurwindo memutih sempurna dan Bung Kusnaini sudah merambah ke dunia politik.
Milan menyapu bersih 2 Kemenangan dalam 2 partai perdana nya, mereka menang atas Lazio 3-1 dan terakhir bermain maraton dan menang 4-5 atas tuan rumah Parma, menarik kita bahas aksi-aksi pemain yang saya katakan “rombengan”, bagaimana tidak milan bermain cantik dengan pemain-pemain “buangan” dari klub lain, Krisis ekonomi yang melanda Milan membuat tim ini menurunkan kasta dirinya dari golongan “ningrat”nya klub-klub Eropa, kebijakan “ngebajak” pemain gratis pun menjadi pilihan yang sesuai untuk Milan.

Disinilah letak kepiawaian seorang Galiani dalam menghadapi situasi ini, bagi orang mungkin ini azab bagi Galiani inilah tantangan yang membuatnya “horni” dalam bermanuver.  Dan liatlah manuvernya di bursa pemain dalam mengambil pemain yang walaupun”rombengan” tapi tetap berkelas dilapangan.

Adalah Fernando Torres yang walaupun agak lebay pernah dibilang striker “termaut” yang pernah dimiliki Spanyol, dipinjem selama 2 tahun dari Chelsea, bole jadi ini cuma cara halus mengusirnya dari London. Kemudian ada Kaisuke Honda, si Samurai Jepang ini juga comoton gratis dari CSKA Moscow yang sudah lebih dulu berlabuh di Guiseppe Meazza. Suley Muntari juga didapat Gratis dari rival sekota Inter, hebatnya Milan bisa memboyong secara Gratisan juga dua pilar Bek powerfull plus berpengalaman Philippe Mexes dan Alex yang didapat dari AS Roma dan PSG. Ada Cristian Zaccardo yang didapat dari barter pemain dengan Parma kemudian dapat hibah kiper bagus Diego Lopez dari Real Madrid, dan jangan lupa satu nama bintang yang didapat gratis milan dari klub kaya perancis PSG Jeremy Menez, serta masih ada beberapa pemain lokal berbakat lain yang di dapat dengan free.

Pemain-pemain gratisan tadi di “goreng” oleh chef pippo dengan pemain-pemain muda made in sendiri (milan academy) yang berkiprah di primavera maupun yang sudah dibrojolkan secara prematur oleh milan karena persoalan ekonomi yang membelit, seperti Mattia de Sciglio, Stephan el Shaarawy. Dan walaupun lagi “kere” bukan berarti Milan menghilangkan diri dari peredaran bursa pemain, Tercatet Giacomo Bonaventura dan Marco van Ginkel adalah pemain yang mereka beli, tapi tetap murah meriah, mau tahu berapa bujet yang dikeluarkan milan musim ini? Jawabannya 16 Juta Euro. Tetap Banyak ya?? Tapi itu sepadan bukan untuk 16 pemain anyar milan, yang sampai episode kedua ini telah membuat milan duduk di top division?

Disinilah letak fantastik nya Adriano Galiani dan Pippo, Galiani seorang yang hebat, namun akan kacau kalau pelatihnya nya tidak seberuntung Pippo, contohnya ya Allegri dan Seedorf dua pelatih sebelumnya yang telah di “pensiun” dinikan oleh Milan. Namun Pippo punya aura keberuntungan yang lebih, seperti beruntungnya dia dalam mencetak gol-gol yang berbau offside dimasa kejayaan nya dulu. So perpaduan Galliani yang jenius dan Pippo yang beruntung mungkin akan membawa Kejayaan kembali buat AC Milan, well kita tunggu, kalau Juve bisa dengan Conte, saya rasa dan saya harap Milan juga bisa dengan Pippo nya.

CREDIAMO CAMPIONI, FORZA MILAN!!