Menteri LH Diminta Tinjau PLTU Paluh Kurau

Deliserdang, (Analisa). Banyaknya pelanggaran, khusus­nya pelanggaran lahan hutan dalam Proyek PLTU Paluh Kurau Kabupaten Deliserdang yang dilakukan PT ME selaku operator proyek pembangunan proyek PLTU semakin membuat gerah elemen masyarakat.

Tokoh muda Sumatera Utara Effen­di Syahputra meminta Menteri Ling­kungan Hidup meninjau proyek terse­but dan mengingatkan agar pihak operator maupun investor dari Tiong­kok yakni PT SEPC agar meng­hormati norma-norma hukum nasio­nal dan tidak seenaknya saja melaku­kan pelanggaran-pelanggaran hanya untuk kepentingan perusahaan se­mata.

“Operator proyek harus diajarkan nasionalisme, jangan bangsa sendiri diacak-acak untuk keuntungan peru­sahaannya dan asing, begitu juga PMA dari Tiongkok harus meng­hormati asas-asas hukum yang ber­laku di Indonesia, jangan sesuka hatinya,” katanya, Rabu (29/6).

Menurutnya pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup terkait harus serius memperhatikan gerak gerik PT ME dan PT SEC yang banyak merugikan dan merusak lingkungan hidup di daerah proyek pembangunan PLTU. Apalagi dari proyek tersebut tidak ada keuntungan yang signifikan yang dirasakan oleh rakyat Sumatera Utara.

“Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup harus turun, pe­riksa dan tegas menindak dengan tidak memberikan izin, banyak aturan-aturan lingkungan hidup yang di­kangkangi oleh operator PLTU ini, kalau pemerintah tidak tegas justru akan menimbulkan kecurigaan ma­sya­­rakat akan manuver-manuver yang dilakukan investor Tiongkok ini dalam memainkan proyek yang sangat men­curigakan ini,” cetusnya.

Pemerintah provinsi juga harus bertanggung jawab dan jangan hanya angkat tangan pasrah terhadap masa­lah ini, imbuhnya. Jangan seenaknya memberikan izin dan melanggar prosedur serta tanpa survei terlebih dahulu.

“Pemprov dengan seenaknya saja mengeluarkan IUPTL (izin usaha penyedia tenaga listrik) kepada operator PLTU, ini kan mencurigakan, kok segampang itu izin keluar tanpa tahu apa dampak dan efek nya di lapangan, justru kita curiga ada apa ini? Jangan rakyat lemah dikadalin terus oleh penguasa korup,” geram Effendi yang sejak lama telah bersuara keras ter­hadap proyek PLTU Paluh Kurau. (br)

sumber : Harian Analisa