Mahasiswa YAI Konsultasi dengan Pengacara Terkait Uang Kuliah Bodong

JAKARTA (OKEZONE) – Kisruh uang kuliah bodong yang menimpa ribuan mahasiswa Universitas Persada Indonesia (UPI) Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) yang berlangsung beberapa minggu terakhir menyedot perhatian publik.

Mahasiswa pun menggelar unjuk rasa untuk meminta penjelasan serta pertanggungjawaban pihak kampus terkait penipuan uang kuliah ini.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang mewakili 1.057 mahasiswa korban penipuan diterima pengacara Effendi Syahputra yang selama ini dikenal sering menangani permasalahan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Effendi selaku penasihat hukum memberikan beberapa masukan terkait penyelesaian secara hukum kepada para mahasiswa.

“Mereka datang untuk konsultasi saja. Terkait permasalahan penipuan ini, saya memberikan masukan dan ide-ide saja supaya mereka dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak kampus. Saya sangat prihatin karena para mahasiswa ini menjadi korban,” tutur Effendi yang ditemui di sela-sela acara advokasi masyarakat di Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Effendi menjelaskan bahwa dari laporan yang didapat dijelaskan bahwa praktik penipuan bermodus pembayaran uang kuliah yang berdiskon ini sangat memungkinkan melibatkan orang dalam yayasan itu sendiri.

“Tidak mungkin praktik ini tidak diketahui, ada oknum dalam yang bermain, dan memainkan calo-calonya di kalangan mahasiswa sendiri, dan praktiknya sudah berjalan bertahun-tahun, saya imbau aparat kepolisian dapat menyelidiki kasus ini, sehingga mahasiswa-mahasiswa yang menjadi korban ini mendapat kepastian hukum,” paparnya.
Menurut Effendi, YAI harus membuat kebijakan khusus untuk mahasiswa agar tidak menjadi korban yang berkepanjangan.

“Dispensasi harus menjadi kebijakan yayasan agar mahasiswa ini dapat terus melanjutkan haknya sebagai peserta didik, kampus harus membuat kebijakan khusus terkait masalah ini,” tutup Ketua Umum DPP Pemuda Perindo tersebut.

Sumber : okezone