Kisruh Fasos Fasum Warga Sunter Datangi Balai Kota

Permasalahan soal penggunaan Fasos Fasum di RW.11 Kelurahan Sunter Jaya Jakarta Utara terus mengemuka, setelah intens diadakan pertemuan antar warga dan menyurati berbagai pihak terkait akhirnya para perwakilan warga diundang oleh Gubernur DKI Jakarta untuk mendengarkan langsung keluhan warga tersebut.

Diterima oleh Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, puluhan warga yang terdiri dari Ketua RW 11 dan para Ketua RT serta tokoh pemuka agama dan pemuda setempat didampingi oleh pengacara publik Effendi Syahputra dan M. Linggar Afriyadi.

Effendi Syahputra dalam penjelesan nya menyatakan bahwa SK Gubernur yang menyatakan bahwa diatas tanah tersebut akan di bangun bangunan milik yayasan sungai yordan adalah cacat hukum dan oleh karena nya harus batal demi hukum.

“Ada Beberapa hal yang membuat SK Gubernur itu cacat dan harus batal, pertama soal lokasi, lokasi di SK dan lokasi yang mau dibangun saja sudah beda, kemudian SK juga dibuat dengan menggunakan persetujuan masyarakat yang palsu, bodong, ini bisa masuk ranah pidana, dan terakhir sebenarnya SK ini sudah mati karena syarat didalam klausul SK menyebutkan kalau setelah SK tidak diikuti dengan perjanjian soal penggunaan fasos fasum ini dengan pihak ketiga maka batal demi hukum dengan sendiri, nah kalau begitu kenapa dihidupkan lagi” papar Effendi.

Effendi juga mengingatkan bahwa program Gubernur DKI untuk membuka Ruang Hijau seluas-luas nya harus dibuktikan dengan permsalahan ini.

“Saya dengar dan punya bukti niatan pak ahok yang ingin memperluas Ruang Hijau di DKI, sejalan dengan itu maka sudah seharus nya fasos fasum di sunter Jaya ini diarahkan kesana dalam penggunaannya sehingga komitmen itu dapat dilaksanakan oleh pak ahok” tutup Effendi.