Ketum Perindo: Mudah-mudahan Kita Bisa Rumuskan Peranan Pemuda

Jakarta – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menjelaskan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Pemuda Indonesia diharapkan dapat menjadi motor

Hal itu dikatakan HT saat membuka acara Rembug Pemuda yang diselenggarakan oleh organisasi sayap Perindo, DPP Pemuda Perindo. Acara ini digelar menjelang peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober.

“Mayoritas penduduk Indonesia merupakan pemuda. Hampir separuh masyarakat itu berusia 30 tahun dan ini masih akan terus terjadi hingga 15 tahun mendatang,” kata HT di kantor Perindo, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2015).

HT mengatakan, kekuatan pemuda bukan hanya karena staminanya yang masih penuh. Namun juga karena jumlahnya mayoritas di Indonesia.

“Mudah-mudahan kita bisa rumuskan peranan pemuda ke depan. Saya harapkan pemuda bisa fokus mengarahkan Indonesia yang maju, bersatu dan makmur,” katanya.

Menurut HT, saat ini Indonesia masih jauh dari kata makmur. Bahkan menurutnya, cita-cita menjadi negara maju pada tahun 2030 menurutnya hanyalah teori belaka jika kesenjangan sosial yang terjadi saat ini tidak juga berkurang.

“Pendapatan rakyat Indonesia, 70 persen masih di bawah 1.000 dolar. Artinya, mayoritas pendapatan masih dalam klasifikasi negara terbelakang,” katanya.

Ia menjelaskan, menurut klasifikasi dari Bank Dunia, suatu negara dapat dikatakan maju jika pendapatan per kapitanya rata-rata 12.000 dolar. Untuk negara berkembang, pendapatan per kapitanya antara 1.000-12.000 dolar. Sementara pendapatan di bawah 1.000 dolar adalah negara terbelakang.

“Pendapatan per kapita Indonesia 2.300-4.300 dolar. Masih belum setengahnya dari negara berkembang. Pertanyaannya, kapan kita bisa jadi negara maju?” katanya.

Menurut HT, saat ini pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh masyarakat dengan penghasilan menengah ke atas. Sementara golongan menengah ke bawah hanya mendapat porsi sangat sedikit.

Oleh karena itu, menurutnya sasaran kesenjangan sosial harus dipersempit. Dengan cara itu pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi, karena jumlah masyarakat menengah ke atas akan lebih banyak.

“Di situlah titik balik bagi Indonesia agar tumbuh cepat. Di situlah tujuan kita, masyarakat yang adil,” tutupnya.

(khf/bag)

Sumber : detik.com