Effendi Syahputra: Masyarakat Nias Bisa Gugat PLN

Gunungsitoli, (Analisa). Masyarakat Nias bisa menggugat PLN terkait mati lampu yang mendera daerah mereka. Gugatan itu dilakukan secara keperdataan karena telah merugikan baik secara materi maupun immateri.

“Gugatan diajukan ke PLN se­laku pengelola kelistrikan di Pulau Nias. Karena, masyarakat membeli daya listrik dan dibayar tiap bu­lannya. Kalau telat didenda bahkan diputus alirannya secara pihak apa­bila melewati periode tertentu,” kata pengamat hukum Effendi Syahputra kepada Analisa, Jumat (15/4).

Masyarakat membeli listrik, na­mun layanan PLN tidak sesuai de­ngan yang diterima masyarakat Nias, katanya. Karena merugikan, maka PLN bisa digugat secara perdata.

Effendi menjelaskan, PLN dalam hal tersebut hanya melalukan kon­trak penyewaan mesin genset untuk meng­hidupi kebutuhan listrik di Nias yang jelas-jelas sangat riskan dan jauh dari kualitas profesional layanan listrik kepada masyarakat.

“ Efeknyanya ketika PLN tidak bayar sewa kepada vendor genset maka genset seenaknya saja dima­tikan tanpa memikirkan efek bagi ma­syarakat luas di Nias, untuk hal ini, jelas PLN dapat digugat oleh ma­syarakat Nias sebagai pihak yang dirugikan,” ujar Ketua Umum Pemuda Perindo ini.

Alumni Fakultas Hukum USU tersebut juga mengatakan, gugatan PLN mestinya harus dilakukan agar ada efek jera terhadap PLN dalam melaksanakan operasionalnya yang jelas-jelas meresahkan warga ma­syarakat, apalagi ketika itu banyak anak sekolah yang sedang meng­hadapi ujian nasional akhir.

“Demikian juga pemerintah kabupaten dan kota di Nias serta para perwakilan rakyat Nias di par­lemen harus mengawal proses ini, jangan malah didiamkan dan terke­san 86 saja dengan PLN, PLN harus dibikin jera supaya profesional, di­paksa mereka supaya serius mem­benahi diri, kalau didiamkan saja ya kualitasnya bakal begini-begini saja, kalau hari ini Nias bisa jadi besok giliran wilayah-wilayah lain di Su­mut yang kena,” tegasnya.

Pemerintah dan DPRD Sumut ju­ga menurutnya harus proaktif. Me­reka harus memanggil pihak PLN untuk didengar penjelasannya.

“Ya harus diberi tekanan jangan diam saja. Kalau tidak, kebobrokan yang terus diperontonkan PLN di wilayah Sumut ini akan terus ber­lanjut,” kata Effendi Syahputra. (br)

Sumber: Harian Analisa