Effendi Syahputra: Kepemimpinan Jaksa Agung Lemah

RMOL. Praktisi hukum Effendi Syahputra prihatin atas serangkaian penetapan jaksa sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini.

Menurutnya, penangkapan para jaksa tersebut semakin menunjukkan pengelolaan institusi Kejaksaan di era Jaksa Agung HM Prasetyo terpuruk.

“(Penangkapan jaksa) ini menunjukan kelemahan pengawasan jaksa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, sehingga dalam periodik waktu tertentu bisa sekaligus terkena aksi OTT oleh KPK,” jelas Effendi Syahputra dalam keterangannya (Selasa, 12/4).

Pada Senin kemarin, KPK menetapkan dua jaksa, Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo tersangka dalam kasus suap penanganan perkara dugaan korupsi BPJS 2014 Subang, Jawa Barat. Keduanya adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus BPJS tersebut. Meski, seminggu sebelum operasi tangkap tangan (OTT) Senin kemarin, Fahri sudah dimutasi ke Jawa Tengah.

Sebelumnya, KPK juga melakukan OTT terhadap pejabat PT Brantas Abipraya (Persero) karena diduga hendak melakukan penyuapan terhadap jaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi, Jakarta. Meski memang, sampai saat ini KPK belum menetapkan pihak dari Kejati sebagai tersangka.

“Dua penangkapan Jaksa di dua wilayah hukum yang digerebek langsung di kantor kejaksaan tinggi masing-masing jelas menjadi aib yang memalukan institusi kejaksaan dibawah era kepemimpinan HM Prasetyo dan skandal memalukan ini jelas-jelas hanya terjadi di era HM Prasetyo,” tegas Ketua Umum Pemuda Perindo ini. [zul]