Effendi Minta KY Dalami Sepak Terjang Kurator Safitri di MA

JAKARTA  Direktur PT Berkah Karya Bersama, Effendi Syahputra, meminta Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945, untuk mendalami sepak terjang kurator Safitri Hariyani di Mahkamah Agung (MA).

“KY diminta mendalami sepak terjang kurator Safitri di sejumlah perkara di MA. Safitri patut diduga melakukan pidana pencucian uang,” kata Effendi di Jakarta.

Sementara itu, Direktur The Sun Institute, Andrianto menilai makelar kasus (markus) akan selalu ada di Indonesia, jika penegak hukum tidak pernah konsisten dalam menegakkan hukum.

Hal itu diungkapkan Andrianto menanggapi dugaan adanya markus dalam kasus sengketa kepemilikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

“Markus akan tetap ada selama kita tidak konsisten menegakan hukum, apalagi bila institusi penegak hukum tidak berjalan,” ujar Andrianto saat berbincang denganOkezone, Minggu (12/4/2015).

Hukum di Indonesia, kata dia, tajam ke bawah dan tumpul di bagian atas. “Hukum di Indonesia menjadi bonsai. Sebagaimana logika hukum akan terus terjadi anasir-anasir untuk terjadinya penyimpangan, dan markus mengambil celah tersebut,” tutup Wasekjen ProDem itu.

Seperti diberitakan, kasus perkara sengketa kepemilikan Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tercoreng dengan adanya dugaan keterlibatan makelar kasus. Keterlibatan markus diduga untuk memengaruhi keputusan hakim. (Okezone.com)